Aku
Aku adalah tipikal orang introvert, tidak terlalu suka untuk basa basi, bahkan diam adalah energi untukku. Keheningan adalah surga, bahkan disaat orang-orang party even dugem aku memilih untuk duduk dan hanya melihat dari kejauhan. Aku suka memperhatikan sekitar tapi enggan untuk bicara.
Aku hanya akan membuka diriku kepada setiap orang yang aku fikir 'dialah orangnya'.
Aku bukan orang yang gampang untuk menceritakan sesuatu kepada orang yang aku kenal, sering kali aku lebih memilih untuk menutup diriku.
Heyyy bukan berarti jika aku introvert dan aku susah untuk bersosilisasi, tidak sama sekali bahkan. Aku bisa dibilang mudah untuk bergaul tapi aku tidak bisa untuk membuka sepenuhnya diriku karna aku akan memilih kepada siapa orang-nya, itulah kenapa orang-orang suka berprasangka bahwa aku -'cuek' - padahal diam bukan berarti tak peduli. Aku bahkan bukan tipikal yang pendendam, tau aja dendam hanya akan membawa sakit dalam diri sendiri jadi seringnya aku melakukan self healing even tryin to describe and know who really I am.
Aku orang yang sangat amat tidak enak hati, aku bisa memikirkan suatu kesalahan kecil yang misalkan aku perbuat dan aku tau; itu tidak sehat.
See? meksipun aku terlihat tidak peduli di luar tapi who know's inside? no one!
Aku belajar untuk mencintai diriku sendiri di tahun 2019 ini, mencoba untuk lebih menghargai diri sendiri that I'am a blessing insane. Tahun-tahun sebelumnya aku berusaha untuk menyenangkan orang-orang, berusaha untuk mengesampingkan perasaanku tapi ternyata THAT'S UNFAIR FOR ME! lalu bukan berarti aku tidak mementingkan orang lain tapi untuk lebih tau seberapa batasannya.
Aku pernah mengalami depresi ringan, selalu mencoba untuk menyakiti diri sendiri, pernah punya suicidal thought karna beranggapan bahwa dunia tidak seindah yang dibayangkan. Aku memang terlihat baik-baik saja saat itu tapi ngak ada yang tau bagaimana perasaanku mostly orang-orang hanya melihat from the case mereka tidak menscan aku secara keseluruhan dan akhirnya aku ke psikolog.
Dari depresi orangtuaku ngak pernah melarang aku melakukan apapun as long as it positive karna aku fikir mungkin saat itu orangtuaku tidak tau harus melakukan apa sehingga mereka tidak terlalu menekankan kegiatan atau peraturan apapun padaku kecuali untuk pulang kerumah sebelum jam 7 malam. Akhirnya aku menjadi anak yang sangat tidak baik disekolah, saat masuk SMP aku sering kena hukuman, masuk keruang BK berulang-ulang kali -- bahkan pemanggilan orangtua hingga penahanan raport hasil belajarku saat aku kelas 3 dan nilai C untuk akhlak diraportku.
memalukan? iya!
Saat aku masuk ke SMA aku masih sama saja seperti saat SMP, hanya saja lebih kalem karna emang sudah benar-benar malu untuk masuk ke BK, again yang memalukan adalah dari semua murid perempuan dikelasku aku menepati rangking 2 terakhir dan teman yang duduk disebelahku lah pemenang urutan paling akhirnya hahaha. Entah kenapa, mungkin Tuhan menunjukkan jalannya saat kenaikan ke kelas 2 SMA merubah keselurahan hidupku. Aku bahkan mendapat rangking 3 besar dikelas, berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari yang sebelumnya. Aku juga berusaha untuk sedikit mencari uang tambahan dengan berjualan online shop dan juga menjual PR (jadi kelas 2-3 SMA aku jualan PR buat temen temen dikelasku yang males ngerjain PR) dan saat itu juga aku bertemu dengan seorang anak laki-laki yang sekarang menjadi pacarku (we're already spend all the time for almost 7years and still counting). Aku sayang dia.
Ok, back to the topic; aku bahkan engga tau apa yang merubah diriku but i know everyone have their 'time' and we just need to wait for it. Aku percaya setiap orang akan mengalaminya hanya saja waktunya yang berbeda. Hidup adalah tentang rasa, apa yang kamu bentuk didalam fikiranmu itulah rasa yang akan hadir dihatimu. Jika penat coba untuk telusuri dan menemukan apa yang salah; apa yang harus diperbaiki; apa yang berbeda; kenapa?. Karna kadang fikiran kita yang membentuk seperti apa kita, fikiran yang membawa kemana kita akan berlabuh. Siapapun ngak ada yang bisa merubah mindset seseorang kecuali dirinya sendiri.
Orang hanya akan berubah ketika dia mengalami titik terendah didalam hidupnya.
Aku hanya akan membuka diriku kepada setiap orang yang aku fikir 'dialah orangnya'.
Aku bukan orang yang gampang untuk menceritakan sesuatu kepada orang yang aku kenal, sering kali aku lebih memilih untuk menutup diriku.
Heyyy bukan berarti jika aku introvert dan aku susah untuk bersosilisasi, tidak sama sekali bahkan. Aku bisa dibilang mudah untuk bergaul tapi aku tidak bisa untuk membuka sepenuhnya diriku karna aku akan memilih kepada siapa orang-nya, itulah kenapa orang-orang suka berprasangka bahwa aku -'cuek' - padahal diam bukan berarti tak peduli. Aku bahkan bukan tipikal yang pendendam, tau aja dendam hanya akan membawa sakit dalam diri sendiri jadi seringnya aku melakukan self healing even tryin to describe and know who really I am.
Aku orang yang sangat amat tidak enak hati, aku bisa memikirkan suatu kesalahan kecil yang misalkan aku perbuat dan aku tau; itu tidak sehat.
See? meksipun aku terlihat tidak peduli di luar tapi who know's inside? no one!
Aku belajar untuk mencintai diriku sendiri di tahun 2019 ini, mencoba untuk lebih menghargai diri sendiri that I'am a blessing insane. Tahun-tahun sebelumnya aku berusaha untuk menyenangkan orang-orang, berusaha untuk mengesampingkan perasaanku tapi ternyata THAT'S UNFAIR FOR ME! lalu bukan berarti aku tidak mementingkan orang lain tapi untuk lebih tau seberapa batasannya.
Aku pernah mengalami depresi ringan, selalu mencoba untuk menyakiti diri sendiri, pernah punya suicidal thought karna beranggapan bahwa dunia tidak seindah yang dibayangkan. Aku memang terlihat baik-baik saja saat itu tapi ngak ada yang tau bagaimana perasaanku mostly orang-orang hanya melihat from the case mereka tidak menscan aku secara keseluruhan dan akhirnya aku ke psikolog.
Dari depresi orangtuaku ngak pernah melarang aku melakukan apapun as long as it positive karna aku fikir mungkin saat itu orangtuaku tidak tau harus melakukan apa sehingga mereka tidak terlalu menekankan kegiatan atau peraturan apapun padaku kecuali untuk pulang kerumah sebelum jam 7 malam. Akhirnya aku menjadi anak yang sangat tidak baik disekolah, saat masuk SMP aku sering kena hukuman, masuk keruang BK berulang-ulang kali -- bahkan pemanggilan orangtua hingga penahanan raport hasil belajarku saat aku kelas 3 dan nilai C untuk akhlak diraportku.
memalukan? iya!
Saat aku masuk ke SMA aku masih sama saja seperti saat SMP, hanya saja lebih kalem karna emang sudah benar-benar malu untuk masuk ke BK, again yang memalukan adalah dari semua murid perempuan dikelasku aku menepati rangking 2 terakhir dan teman yang duduk disebelahku lah pemenang urutan paling akhirnya hahaha. Entah kenapa, mungkin Tuhan menunjukkan jalannya saat kenaikan ke kelas 2 SMA merubah keselurahan hidupku. Aku bahkan mendapat rangking 3 besar dikelas, berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari yang sebelumnya. Aku juga berusaha untuk sedikit mencari uang tambahan dengan berjualan online shop dan juga menjual PR (jadi kelas 2-3 SMA aku jualan PR buat temen temen dikelasku yang males ngerjain PR) dan saat itu juga aku bertemu dengan seorang anak laki-laki yang sekarang menjadi pacarku (we're already spend all the time for almost 7years and still counting). Aku sayang dia.
Ok, back to the topic; aku bahkan engga tau apa yang merubah diriku but i know everyone have their 'time' and we just need to wait for it. Aku percaya setiap orang akan mengalaminya hanya saja waktunya yang berbeda. Hidup adalah tentang rasa, apa yang kamu bentuk didalam fikiranmu itulah rasa yang akan hadir dihatimu. Jika penat coba untuk telusuri dan menemukan apa yang salah; apa yang harus diperbaiki; apa yang berbeda; kenapa?. Karna kadang fikiran kita yang membentuk seperti apa kita, fikiran yang membawa kemana kita akan berlabuh. Siapapun ngak ada yang bisa merubah mindset seseorang kecuali dirinya sendiri.
Orang hanya akan berubah ketika dia mengalami titik terendah didalam hidupnya.
Comments
Post a Comment